LANGIT DAN PERASAAN

LANGIT DAN PERASAAN

Sebagian orang memandangi langit itu dengan tatapan biasa dan tidak ada istimewanya. Berbeda dengan aku, aku melihat langit seperti melihat bagaimana perasaanku sendiri. Asal kalian tau langit juga memiliki perasaan, aku mengetahuinya dari warna yang dia pancarkan setiap harinya. Entah kenapa setiap langit itu berwarna kuning cerah kemerahan, aku merasa pada saat itu langit merasakan hal yang bahagia. Namun sebaliknya, ketika langit itu mengeluarkan warna abunya, langit merasakan kesedihan. Langit abu memang membuat bumi teduh, tapi merubah bumi menjadi gelap.Selain itu abu juga menandakan mendung, orang-orang bilang "mendung itu tidak selalu akan turun hujan". Seperti langit, kita juga pernah merasakan senang ataupun sedih. Mendung yang tidak selalu di akhiri dengan hujan dan sedih yang tidak selalu di akhiri dengan air mata.

Warna dominan dari langit itu adalah biru. Ketika langit itu biru, aku selalu berfikir, kira-kira perasaan apa yang di rasakan langit pada saat itu?mungkinkah langit merasakan senang, sedih atau apa?hmm....
Sepertinya ketika langit itu biru, dia merasakan hal yang senang tetapi tidak sepenuhnya. Sebab biru itu akan hilang ketika abu datang menyerang, seperti kebahagian yang akan hilang ketika kesedihan itu datang. Kesedihan yang diikuti air mata bagaikan hujan deras yang membasahi bumi. Setidaknya setelah hujan akan datang pelangi yang akan menghiasi langit dengan warna-warni cantiknya.

Sayangnya, aku tidak suka pelangi, aku lebih suka hujan. Kenapa? karena pelangi memiliki sifat yang hanya memberikan keindahan sementara lalu memudar begitu saja tnapa ada sebab. Sedangkan hujan, dia hampir selalu hadir ketika mendung itu datang, dia tidak pernah bosan untuk jatuh terus menerus walaupun dia tau itu akan sangat menyakitkan.

Langit malam yang dihiasi oleh bintang-bintang menandakan langit yang berbahagia. Langit malam tidak lagi kesepian ketika ditemani bintang dan bulan, yang setia menemani hingga fajar kan datang. Maka jadilah seperti bintang dan bulan yang setia menemani langit, yang selalu memberikan cahayanya yang membuat bumi terang setiap malamnya. 

Langitku perasaanku, mungkin itu yang menggambarkan tulisan ini. Perasaan manusia memang susah ditebak sama seperti perasaan langit yang hanya bisa dilihat dari bagaimana langit memberikan warnanya di setiap cuacanya. Akan tetapi, warna itu bisa menipu sama halnya dengan ekspresi manusia. Maka jangan mudah tertipu dengan semua hal yang palsu didunia ini terutama dengan"Langit dan Perasaan".


Komentar