Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2018

Terutama

Hal Terutama... Teruntuk mu... Seseorang yang dekat namun jauh rasanya Aku ingin dia tahu Kini, detik demi detik telah aku abaikan Yang berlanjut menit demi menit telah aku lalui Hingga jam demi jam telah aku temui Hanya untuk menunggu kabar darinya Sebab, apakah kau tahu? Menunggu mu bukanlah hal yang jarang lagi bagi ku, tetapi menunggu mu, kini menjadi hal yang terbiasa Teruntuk mu... Seseorang yang sekarang hanya bisa ku temui dalam mimpi Aku ingin dia tahu Betapa inginku bertemu dengannya Bukannya aku egois padamu Tetapi ke egoisan ku ini sangat menginginkan hadirmu, Hadirmu yang ada disisi ku Walaupun hanya sesaat Aku tak masalah, jika itu nyata adanya Teruntuk mu... Seseorang yang selalu aku rindukan Aku ingin dia tahu Ketika malam datang bersama dinginnya angin Aku selalu mengharapkan kehadiranmu Aku hanya bisa memandangimu dari foto yang ku miliki Setiap memandangimu hal yang sama selalu terjadi Tetes demi tetes air mata terjatuh Namun air mata i...

Sesederhana itu kah?

Sesederhana itu kah? Ketika menjadikan seseorang alasan, mungkin saja seseorang itu tidak menjadikan kita alasannya Tetapi sebuah alasan hanyalah untaian kata, kata dimana mereka akan ucapkan dan keluarkan ketika ada seseorang bertanya, "mengapa kamu sangat yakin dengan dia?" Pada saat itulah untaian kata demi kata, yang menjadi sebuah kalimat akan keluar dengan begitu saja Dan hanya untuk meyakinkan dia, bahwa kamulah alasannnya Namun, lain halnya Ketika aku dijadikan sebuah alasan, tentu aku akan membalas alasan itu Bukan alasan yang sekedar untaian kata demi kata, ataupun sekedar kalimat panjang Tetapi alasan yang aku miliki berbeda Alasan itu tidak berupa untaian kata, tidak juga berupa kalimat Alasan yang aku miliki sederhana, yaitu hanya dengan mebalas alasan demi alasan dengan perasaan, perhatian dan... waktu luang yang aku punya Menurut aku, waktulah yang sangat berharga Sebab, ketika kita merasa ingin berada bersama seseorang itu tetapi ad...